Langsung ke konten utama

Postingan

The Lamp Looks Weird..

Siang ini aku akan mulai menjalani sesi klasikal dalam rentetan agenda Latsar CPNS Tahun 2025 di Megamendung, Bogor. Sementara aku sibuk menyiapkan segala perlengkapan yang harus aku bawa, di sisi lain rumah, ibuku tengah menyiapkan bekal makanan untuk perjalanan kami ke sana. Ya,  kami , karena di luar, sembari memanaskan mesin mobil, ayahku terlihat menyempatkan diri untuk menyiram tanamannya terlebih dahulu sebelum kami berangkat. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.11 ketika semua barang telah masuk ke bagasi mobil belakang. Kucingku, Nyunyun, bahkan sudah santai memposisikan dirinya seperti biasa di atas dasbor mobil. Kami benar-benar tinggal jalan saja, sebelum aku teringat kalau aku lupa membawa tabir suryaku. Jadi diiringi keluhan dongkol ibu, aku kembali beranjak ke dalam untuk mengambil tabir surya yang kuletakkan di meja rias kamar. Kegiatan itu menghabiskan waktu lima menit karena begitu aku masuk kembali ke mobil dan melihat jam tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 07....
Postingan terbaru

SI Itu Sistem Informasi, Bukan Sastra Inggris

 Assalamualaikum. Wah, ternyata udah lama banget nggak nulis di sini. Dan nggak kerasa juga, gue udah sampe di penghujung waktu kelulusan (aamiinn, doain aja ye) dari fakultas tercinta gue ini. Asekk.. setelah sekian lama nyimpen ketidaksukaan, akhirnya gue  surrender  juga. Berasa jadi kayak enemy to lovers   relationship  gini sama fakultas sendiri. Yah, kalo dibandingin sama post 1 Desember 2019 lalu yang katanya pengennya masuk Sastra Inggris sih, sekarang gue justru bersyukur banget nggak jadi masuk di jurusan itu, awokwowkwk. Pengalaman ngambil matkul eksternal di fakultas sebelah bener-bener ngerubah cara gue memandang "keberuntungan gue diterima di fakultas gue" sendiri. Gue masih nggak gitu suka kalo ketemu error  pas lagi ngoding, tapi anehnya, gue mulai merasakan kesenangan tersediri dalam proses ngulak-ngulik kode yang gue bikin. Dan lebih seneng banget lagi kalo kodingan gue berhasil, hehehe. Terus Alhamdulillah-nya, temen-temen satu angkatan g...
It wasn't much, but it was home.

Slice of Life: Random Thoughts #1

Acknowledgement: Jadi sebelumnya gue udah baca karyanya Mbak Renita Nozaria lewat wattpadnya. Judulnya itu Dream Launch Project. Tokoh utamanya: Nana (Jaemin), Jeno (Jeno), dan Injun (Renjun). Gue suka banget sama persahabatan mereka dan udah lama banget namatin novelnya, makanya gue kangen. Apa yang akan gue tulis selanjutnya nggak dimaksudkan buat memplagiasi karya beliau. Ini hanya bentuk kekangenan dan kehaluan gue yang pengen kisah persahabatannya kayak mereka #LOL. So here's mine, dan tokohnya, gue nggak pake visualisasi Jaemin, melainkan Haechan karena gue pikir lebih cocok aja ama personanya.  #SCENE Gaje 1 "Ternyata gw masih sama aja ya, masih sepengecut dulu." Jeno menghela nafas pasrah, lanjut merebahkan diri di atas sofa. Perhatian Juna yang sebelumnya berada penuh pada seporsi bakso yang belum habis, beralih menatap sahabatnya. "Ini bucin kenapa lagi dah." Sebelum Juna menanggapi, didengarnya Bara menyahut. Perhatiannya kin...

FAR,A-ntares Series: 14 Maret

Hari ini adalah hari ulang tahun ayahku. Empat tahun yang lalu,  tiga tahun yang lalu , aku dan ibuku masih disibukkan oleh pesta kejutan ulang tahunnya yang kecil-kecilan kami adakan di rumah. Malam sebelumnya, aku dan ibuku sudah sibuk keliling  departement store  untuk melihat-lihat baju yang cocok untuk ayah pakai. Setelah itu, kami mampir ke toko roti untuk membeli kue ulang tahun beliau, lengkap bersama lilin angka empat dan dua,  tiga  untuk kemudian kue itu kami sembunyikan di bagian paling dalam kulkas.  Esoknya, pagi-pagi benar, aku dan ibuku akan membangunkan ayah dan memberi ucapan selamat ulang tahun padanya sebelum dia bersiap untuk berangkat kerja. Apa yang terjadi pada hari itu disimpan menjadi memori yang baik dalam otakku.  Tahun-tahun berikutnya, sudah lain. Tidak ada persiapan membeli hadiah, atau persiapan membeli kue ulang tahun. Yang ada hanyalah kecemasan dan rasa kecewa. Setelah  kasus   itu  terungk...

Ceritaku di FUKI: Birdepku dan Teman yang Kukagumi

Namanya Deandra Lathifa Suriyya, seseorang yang dari awal mati-matian kujauhi karena auranya yang kuat sekali dan selama kami berinteraksi, aku tahu aku tidak begitu cocok berteman lebih dari sekadar kenalan dengannya. Pemikiran itu terus tinggal dalam pikiranku hingga keputusanku untuk bergabung di salah satu lembaga dakwah fakultas mengubah nyaris keseluruhan pandanganku terhadapnya. Dari awal, terselip rasa kagum dalam diriku pada sosok Deandra, meski dimulai dari rasa sangsi jika melihat langsung sosoknya yang ceriwis, supel, dan menurutku saat itu, terlalu abroad dalam bergaul. Bahwa, aku tidak menyangka kalau dia adalah seorang hafizah. 5 juz. MasyaAllah. Penampilannya layaknya rockstar , jika bisa kukatakan demikian. Bukan dengan jaket kulit, tindikan, atau gaya metal semacamnya sih. Cuma personanya aja yang saat itu kulihat demikian. Kemudian rasa kagum mulai itu menerpa kian hebat ketika penempatan posisiku di dalam LDF itu diumumkan. Namaku tidak ditampilkan bersa...

Me(e)t My Friend, Ro

"Apa sih yang spesial dari kota ini?  Menetap di sini juga nggak pernah, kan?" "Iya, ragaku memang nggak pernah tinggal lama. Tapi kenanganku tertinggal. Di antara malam yang gelap berbintang dan pemandangan hijau yang terhampar di kala terang. Oh, bahkan kedai mie tek-tek di persimpangan jalan bisa saja membuatku menangis ingin waktu diulang." "Kenapa?" Mata Fara menerawang, "Karena ayah masih ada," jawabnya sambil tersenyum getir, "Keluarga kita juga masih baik-baik saja. Si jalang belum singgah dan memilih tinggal." Sorot matanya tenang, namun penuh kebencian. "Kamu ingat, gak, Res? Setiap pergi ke rumah mbah, pasti kita mampir dulu ke sini." Saat itu malam. Kota yang dimaksud masih menyimpan definisi pedesaan, jadi keremangan membuat banyak bintang bersinar. "Ayah suka berkebun. Kita harus menyusuri jalan terus ke depan hingga ujung perbatasan hanya untuk membeli tanaman. Begitu melanjutkan perjal...