Siang ini aku akan mulai menjalani sesi klasikal dalam rentetan agenda Latsar CPNS Tahun 2025 di Megamendung, Bogor. Sementara aku sibuk menyiapkan segala perlengkapan yang harus aku bawa, di sisi lain rumah, ibuku tengah menyiapkan bekal makanan untuk perjalanan kami ke sana. Ya, kami, karena di luar, sembari memanaskan mesin mobil, ayahku terlihat menyempatkan diri untuk menyiram tanamannya terlebih dahulu sebelum kami berangkat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.11 ketika semua barang telah masuk ke bagasi mobil belakang. Kucingku, Nyunyun, bahkan sudah santai memposisikan dirinya seperti biasa di atas dasbor mobil. Kami benar-benar tinggal jalan saja, sebelum aku teringat kalau aku lupa membawa tabir suryaku.
Jadi diiringi keluhan dongkol ibu, aku kembali beranjak ke dalam untuk mengambil tabir surya yang kuletakkan di meja rias kamar. Kegiatan itu menghabiskan waktu lima menit karena begitu aku masuk kembali ke mobil dan melihat jam tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 07.16.
Dan... ya, omelan ibuku pun berlanjut, sementara ayah malah menertawakanku. Huft.
Mobil kami pun perlahan meninggalkan kompleks perumahan dan semuanya terlihat normal-normal saja... mulai dari Nyunyun yang tidur di dasbor mobil dan orang tuaku yang sekarang sibuk berbincang mengenai apa yang akan mereka lakukan setelah mengantarku nanti. Sampai akhirnya, aku menyadari sesuatu.
Pemandangan ini terlalu mustahil. Ini lebih dari tidak mungkin.
Jadi sebelum apa yang kulihat diambil paksa, aku segera merekam semuanya dengan netra. Lantas tanpa menunggu aba-aba, visi yang ada mulai mengabur. Pembicaran yang terdengar mulai seperti dengung.

Komentar
Posting Komentar